Kecamatan Kalasan bekerjasama menyelenggarakan Workshop Sertifikasi Pangan Olahan pada Rabu (16/5) bertempat di RR Kecamatan Lantai II. Acara ini dihadiri oleh para pelaku usaha bidang pangan olahan yang ada di wilayah Kecamatan Kalasan. Camat Kalasan dalam sambutannya mengatakan bahwa selaku pelaku usaha harus memikirkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, konsumen memerlukan produk pangan olahan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. “Oleh karena itu olahan pangan perlu mendapatkan sertifikat agar produk mempunyai nilai tinggi. Produk yang dinilai tinggi konsumen akan memiliki manfaat ekonomis dalam dalam jangka panjang dan lebih mendatangkan keuntungan dengan meningkatnya daya saing pelaku usaha. Untuk itu pelaku usaha sadar dan paham akan pentingnya sertifikasi pangan olahan.” ungkap Siti.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Kalasan, Joko Susilo. “Pada dasarnya produk pangan olahan yang beredar di masyarakat harus sesuai dengan persyaratan dan standar kesehatan. Untuk itu Kecamatan Kalasan memfasilitasi sertifikasi pangan olahan bagi industry rumah tangga yang bergerak usaha dalam produksi olahan makanan. Sertifikasi tersebut meliputi sertifikasi P-IRT, sertifikasi Hygiene/ Laik Sehat dan sertifikasi Halal. Dalam sertifikasi dilakukan audit tentang persyaratan dan standar kesehatan dalam proses produksinya sehingga produk yang dihasilkan bermutu dan berdaya jual.” tandsa Joko.

Manfaat sertifikasi itu sudah dirasakan oleh kelompok usaha Ayam Goreng Kalasan di Tamanmartani yang telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi Hygiene dan sertifikasi Halal menguatkan daya jual 2 kali lipat yang rata-rata perharinya 100 kg bahkan sudah melakukan kontrak kerjasama dengan Rumah Sakit Islam Klaten untuk memasok ayam goreng sebanyak 240 kg dan juga pemasaran melalui online. Semua itu dapat berjalan dengan baik tidak lepas dari dukungan Kepala Desa Tamanmartani Gandang Harjananta dalam memfasilitasi pemenuhan sarana dan prasarana proses produksi.