Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program nasional STBM dikhususkan untuk skala rumah tangga, sehingga program ini adalah program yang berbasis masyarakat. STBM merupakan sebuah strategi yang mudah, murah dan efektif untuk mendorong perubahan perilaku masyrakat dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan dan gangguan gizi. STBM merupakan upaya promontif dan preventif untuk dapat mewujudkan masyarakat sehat dengan jiwa gotong royong demi mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. STBM terdiri dari 5 pilar yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Jika semua keluarga menerapkan 5 pilar STBM ditambah nilai-nilai PHBS lainnya seperti tidak merokok di dalam rumah, maka tentu saja akan berdampak pada peningkatan perilaku higienis dan saniter. Untuk menciptakan bangsa yang kuat, semua berawal dari tatanan keluarga yang utama dan tentu saja dengan rumah yang sehat sehingga menciptakan masyarakat yang sehat sejahtera mandiri. STBM bukan sekedar impian program sanitasi tapi lebih pada bentuk realita yang harus diwujudkan dengan gerakan oleh para stakeholder bersama masyarakat. Pemerintah Kecamatan Kalasan merupakan salah satu stakeholder yang memiliki peran penting dalam program ini dimana Pemerintah Kecamatan Kalasan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemicuan STBM yang bekerjasama dengan Puskesmas Kalasan. Pemicuan STBM pada bulan Juli 2017 dilaksanakan di 22 Dusun Desa Tamanmartani. Di setiap kegiatan Pemicuan STBM dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Kalasan, Puskesmas Kalasan, Perangkat Desa, Kepala Dukuh, Anggota PKK, RT/RW, kelompok masyarakat, dan warga. Partisipasi masyarakat dalam Program STBM ini relatif tinggi karena adanya kemauan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dengan menjaga lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Gentong Banyu (Gerakan Gotong Royong Memberantas Sarang Nyamuk)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Kalasan relatif tinggi. Menanggapi permasalahan tersebut Pemerintah Kecamatan Kalasan melakukan inovasi yaitu Gentong Banyu (Gerakan Gotong Royong Memberantas Sarang Nyamuk). Gentong Banyu dilaksanakan setiap hari jum’at di dusun-dusun sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Kalasan, Puskesmas Kalasan, Perangkat Desa, Kepala Dukuh, Kader Jumantik, Anggota PKK, dan RT/RW. Kegiatan ini meliputi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemeriksaan rutin penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain pada setiap rumah tangga di Dusun Kadirojo II selanjutnya dilaksanakan pendataan hasil pemeriksaan untuk kemudian dievaluasi dan mencari solusi untuk menurunkan tingkat kasus DBD di Kecamatan Kalasan. Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam ­­­­­­­mencegahpenyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
  2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri
  3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
  4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

日本語が含まれない投稿は無視されますのでご注意ください。(スパム対策)